| Sejarah |
|
|
|
|
Oleh : Drs. P. Souisa SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SEKOLAH LANJUTAN ADVENT PURWODADI (SMP/SMA ADVENT PURWODADI) JAWA TIMUR Dalam rangka pengembangan pekerjaan Tuhan di Jawa Timur, sejak Pdt. Ritonga menjabat sebagai Ketua Daerah, telah dipikirkan untuk membuka satu sekolah menengah berasrama. Pada tahun 1965 - 1966, ide ini, yang telah mendapat persetujuan dari UNI dan DIVISI TIMUR JAUH, Komite Daerah Jawa Bagian Timur mulai mencari sebidang tanah yang dianggap sesuai untuk maksud itu diberbagai tempat, jatuhlah pilihannya pada sebidang tanah seluas 10 ha. Di desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Bidang tanah yang terletak sangat strategis ini berada di tepi jalan raya antara Surabaya dan Malang, serta diapit Gunung Bromo di sebelah Timur dan Gunung Arjuna di sebelah Barat, menjanjikan hari depan yang cerah bagi dunia pendidikan Advent Indonesia dan pekerjaan Tuhan di Jawa Timur. Pembelian tanah di depan petugas pembuat akte tanah (PPAT) dilaksanakan oleh Pdt. J.B. th Umboh, Ketua Daerah Jawa Bagian Timur.Sementara itu pada tanggal 2 Pebruari 1967 kegiatan persekolahan dimulai di Kecamatan Sukorejo, kuang lebih 10 km ke arah Purwodadi, dengan Bapak C. Kainde sebagai Kepala Sekolah pertama dan merangkap sebagai Kepala asrama putra dan guru. Guru-guru yang lain ialah bapak U. Suharso (sekarang sudah purna tugas) dan ibu Sukarsih yang juga menjadi ibu Asrama Putri. Jumlah siswa pertama tercatat 12 siswa SMP dan 12 siswa SMA. Diantara siswa SMP terdapat antara lain Bapak David Jakubus Elisafan dan Bapak Obednico Jakubus Elisafan. Sedang diantara siswa SMA terdapat Ibu Josephine Elisafan (Ny. Josephine Sasela). Sepuluh dari 24 siswa itu masuk asrama. Penyelenggaraan sekolah di Sukorejo adalah atas kebaikan Bapak Ida Bagus Agung yang telah memimnjamkan sebuah bangunan miliknya untuk diigunakan sebagai sekolah, asrama dan apartemen guru-guru. Bangunan sekolah dan asrama yang bersifat darurat itu tidak memiliki penerangan listrik. Sebagai penerangan digunakan lampu tekan buatan dalam pasar. Atas kebaikan UNI dan DIVISI, sekolah dapat membeli sebuah generator diesel buatan Jerman Timur, yang merupakan satu pertolongan yang sangat besar pada saat itu. Sebagai kelanjutan dari pembelian tanah di Purwodadi, pada tanggal 25 September 1967, Pimpinan Daerah telah mengajukan surat permohonan izin bangunan. Izin itu kemudian diperoleh dengan SK Bupati tertanggal 21 April 1969. Tetapi dengan surat tertanggal 2 Mei 1969 Bupati meminta supaya pembangunan itu ditangguhkan. Situasi itu diperburuk dengan keputusan Desa pada tanggal 17 Maret 1971 tidak menyetujui berdirinya SMP dan SMA Advent di Desa Parerejo Kecamatan Purwodadi. Sementara itu pada akhir 1967 Bapak C. Kainde melanjutkan pendidikan ke Universitas Advent Indonesia di Bandung. Beliau di ganti oleh Bapak Chris E. Dompas yang baru datang dari SLA Irian Jaya. Bersamaan waktu dengan pergantian pimpinan sekolah telah diangkat pula bendahara sekolah yang pertama saudara Jootje Sasela, alm. Setelah 4 tahun sebagai bendahara SLA Purwodadi, saudara Jootje Sasela mendapat panggilan menjadi sekretaris bendahara Daerah Nusa Tenggara di Kupang. Jabatan bendahara dan juga Kepala Asrama Putri yang lowong, yang kemudian dialihkan kepada Ibu M. Manurung (sekarang ibu M. Sinaga). Pada tahun 1972, saudara August Ricki dipanggil untuk menjadi bendahara Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Berbagai upaya kemudian dilakukan untuk mencairkan izin pembangunan. Tetapi segala usaha itu seakan-akan tidak ada gunanya. Tuhan memang bekerja menurut cara dan waktu-Nya. Pada tanggal 28 April 1972 telah diadakan rapat Desa Parerejo. Secara aklamasi rapat menyetujui pembangunan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Keputusan rapat ini disahkan Bupati pada tanggal 19 Juli 1972. Ini berarti bahwa sudah dapat dimulai usaha membangun sekolah dan memindahkan kegiatan belajar mengajar dari Sukorejo ke Purwodadi. Dengan surat tertanggal 17 Oktober 1972, Ketua Daerah mengajukan permohonan Ijin membangun. Pembangunan ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah daerah. Permohonan itu dikabulkan dengan keluarnya surat ijin membangun tertanggal 27 Juni 1973. Ini merupakan awal dari serangkaian permohonan ijin bangunan yang dikabulkan pemerintah bagi pembangunan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi sampai pada akhir-akhir ini. Setelah adanya persetujuan rakyat Desa Parerejo, pada tahun 1972 itu, Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi bertekad memulai tahun ajaran baru (Januari 1973) di Kampus baru. Saat inilah iman benar-benar diuji. Dana pembangunan tidak tersedia biar sedikitpun. Tetapi Tuhan yang memiliki pekerjaan telah mendahului dengan melunakkan hati banyak orang yang tidak menyukai berdirinya Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Pembangunan pun segera dimulai dengan membangun 2 rumah guru, 2 asrama dan sebuah baangunan sekolah. Material diperoleh dengan janji akan dibayar kemudian. Pada waktu jatuh hari untuk membayar hutang, uang tidak cukup tersedia sehingga untuk satu bulan guru-guru hanya menerima sebagian yang sisanya dicicil bilamana ada uang. Walaupun sudah bekerja sekuat tenaga, dengan mengerjakan bangunan sampai malam hari, tetapi tidak mungkin untuk dapat diselesaikan sebelum sekolah dimulai. Terpaksa dikirim edaran memberitahukan bahwa pada awal tahun ajaran harus ditunda untuk satu bulan. Tanggal 5 Pebruari 1973 adalah hari pertama program belajar mengajar dimulai di Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.Walaupun keadaan Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi sama sekali tidak menunjukkan suatu kampus sekolah, tetapi tahun pertama di Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi Tuhan berkati dengan mengirim 87 (delapan puluh tujuh) siswa, 53 siswa di SMA dan 34 siswa di SMP, Asrama Putra belum berdinding dan belum berlantai sehingga tidak dapat dihuni. Rumah Kepala Sekolah dijadikan Asrama Putri, dan pelajar putra menempati Asrama Putri. Diesel yang dibawa dari Sukorejo belum berfungsi karena tidak ada dana untuk pemasangan lampu ke asrama-asrama. Atas perhatian yang besar dari Diektur Pendidikan UNI Indonesia Bagian Barat yaitu Mr. Milton E. Thorman, yang dalam kunjungannya, telah membeli seluruh keperluan material untuk penerangan di Asrama, ke dua rumah guru dan bangunan sekolah. Perlu pula dicatat bahwa kepala asrama putra pertama di kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi adalah Pdt. P. Tambunan dan kepala asrama putri adalah Ibu Juul Macpal (sekarang Ny. J. Hutubessy, MA). Pada bulan Januari 1975, Bapak Agus Ricky melanjutkan pimpinan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi yang kemudian diganti oleh Pdt. M. Pardosi,alm. Dengan saudara M.Hutapea,alm. sebagai bendahara. Dibawah pimpinan mereka pembangunan dilanjutkan. Pada tahun 1976, ruang makan dan 2 rumah guru dibangun. Setelah bertugas selama 3 tahun, Pdt. M. Pardosi diganti oleh saudara Drs.M.Ch. Sukamto pada tahun 1978. Namun karena alasan kesehatan, Bapak Drs. M.ch. sukamto terpaksa harus menyerahkan pimpinan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi pada tanggal 1 Oktober 1979. Kesehatan beliau terus menurun dan meninggal dunia pada tanggal 28 Pebruari 1980. Berkat perhatian yang besar dari Divisi Timur Jauh, Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi telah berulang kali menerima dana khusus. Dengan Bapak P. Sijabat sebagai bendahara Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi, bangunan-bangunan lama yang dinding-dindingnya dibuat dari papan-papan randu direhabilasi seluruhnya. Termasuk juga kedua rumah guru yang pertama. Selain dari itu telah dibangun tiga rumah guru lagi dengan dana dari sumber yang sama juga. Kemudian listrik dari PLN akhirnya masuk Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.Pada akhir Konferensi Desember 1984, terjadi lagi peralihan pimpinan, Bapak R.B Matahari, MA menajdi direktur Sekolah tahun 1986 - 1987, didampingin Bapak Chris dompas sebagai kepala SMP dan Bapak P. Sijabat sebagai Bendahara, dan Bapak Drs. A. Abdul sebagai kepala Tata Usaha. Sejak 1988, Bapak E.T. Panjaitan, MA memegang pimpinan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi di dampingi Bapak P. Pakpahan MBA sebagai bendahara, Bapak Drs. A. Abdul sebagai kepala Tata Usaha dan Kurikulum, Bapak Drs. P. Souisa, M.Ed. sebagai Kepala SMP. Terjadi lagi peralihan pimpinan berturut-turut antara lain: Bapak A. Waworundeng,MA, Bapak Drs. R.S. Wewengkang, dan pada bulan Januari 2003 Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi dibawah pimpinan Drs. Freddy Losung yang didampingi oleh Bapak Franky Rundengan,SE sebagai bendahara, Bapak Drs. A.Abdul sebagai kepala Tata usaha dan Kurikulum, Bapak Drs. P. Souisa,M.Ed sebagai Kepala Sekolah SMP. Pada bulan Oktober 2004 Dewan Sekolah memutuskan ada perubahan pada pimpinan staf Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi, Drs. Freddy Losung sebagai pimpinan sekolah didampingi oleh Bapak Franky Rundengan,SE sebagai bendahara, Bapak Drs. A.Abdul sebagai kepala Tata Usaha, Bapak Drs. P. Souisa,M.Ed sebagai Waka Urs. Kurikulum, Ibu Dra. Tri Sagala sebagai kepala Sekolah SMP, Bapak G. Hutabarat,SS sebagai Waka Urs. Kesiswaan, Bapak B. Pungus ,SPd sebagai Humas SLA Purwodadi. Pimpinan sekolah boleh berganti, tetapi pimpinan Tuhan tetap nyata dalam pertumbuhan dan perkembangan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Pembangunan tetap berjalan, pada waktu Bapak R.B. Matahari,MA menjadi pimpinan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi, sebuah asrama putra dibangun untuk menampung para pelajar putra SMA. Menyusul kemudian sebuah Laboratorium IPA dengan tiga ruang belajar. Menyusul giliran penambahan bangunan asrama putri dibawah pimpinan sekolah Bapak E.T. Panjaitan, demikian pula dapur telah direnovasi dengan membuatnya lebih luas, rumah guru semua di rehab, lapangan bola basket putri, kolam ikan dan sekaligus difungsikan sebagai kolam baptisan, green house/rumah kaca, klinik dan lab fisika.Penambahan bangunan dan fasilitas yang lain adalah bukti dari tahun ke tahun jumlah siswa ada penambahan. Dalam perjalanan sejarah Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi selama 38 tahun banyak kendala yang harus dihadapi. Satu demi satu kendala-kendala itu teratasi. Dalam menghadapi perjalanan jauh kedepan, apapun yang menentangnya, tidak ada yang perlu ditakuti selama kita tidak melupakan pimpinan Tuhan pada masa yang lampau. Sumber: * Bapak U. Suharso * Bapak Chris. E. Dompas * Bapak P. Souisa |



Dalam rangka pengembangan pekerjaan Tuhan di Jawa Timur, sejak Pdt. Ritonga menjabat sebagai Ketua Daerah, telah dipikirkan untuk membuka satu sekolah menengah berasrama. Pada tahun 1965 - 1966, ide ini, yang telah mendapat persetujuan dari UNI dan DIVISI TIMUR JAUH, Komite Daerah Jawa Bagian Timur mulai mencari sebidang tanah yang dianggap sesuai untuk maksud itu diberbagai tempat, jatuhlah pilihannya pada sebidang tanah seluas 10 ha. Di desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Bidang tanah yang terletak sangat strategis ini berada di tepi jalan raya antara Surabaya dan Malang, serta diapit Gunung Bromo di sebelah Timur dan Gunung Arjuna di sebelah Barat, menjanjikan hari depan yang cerah bagi dunia pendidikan Advent Indonesia dan pekerjaan Tuhan di Jawa Timur. Pembelian tanah di depan petugas pembuat akte tanah (PPAT) dilaksanakan oleh Pdt. J.B. th Umboh, Ketua Daerah Jawa Bagian Timur.
Pembangunan pun segera dimulai dengan membangun 2 rumah guru, 2 asrama dan sebuah baangunan sekolah. Material diperoleh dengan janji akan dibayar kemudian. Pada waktu jatuh hari untuk membayar hutang, uang tidak cukup tersedia sehingga untuk satu bulan guru-guru hanya menerima sebagian yang sisanya dicicil bilamana ada uang. Walaupun sudah bekerja sekuat tenaga, dengan mengerjakan bangunan sampai malam hari, tetapi tidak mungkin untuk dapat diselesaikan sebelum sekolah dimulai. Terpaksa dikirim edaran memberitahukan bahwa pada awal tahun ajaran harus ditunda untuk satu bulan. Tanggal 5 Pebruari 1973 adalah hari pertama program belajar mengajar dimulai di Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.
Berkat perhatian yang besar dari Divisi Timur Jauh, Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi telah berulang kali menerima dana khusus. Dengan Bapak P. Sijabat sebagai bendahara Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi, bangunan-bangunan lama yang dinding-dindingnya dibuat dari papan-papan randu direhabilasi seluruhnya. Termasuk juga kedua rumah guru yang pertama. Selain dari itu telah dibangun tiga rumah guru lagi dengan dana dari sumber yang sama juga. Kemudian listrik dari PLN akhirnya masuk Kampus Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.
Pimpinan sekolah boleh berganti, tetapi pimpinan Tuhan tetap nyata dalam pertumbuhan dan perkembangan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi. Pembangunan tetap berjalan, pada waktu Bapak R.B. Matahari,MA menjadi pimpinan Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi, sebuah asrama putra dibangun untuk menampung para pelajar putra SMA. Menyusul kemudian sebuah Laboratorium IPA dengan tiga ruang belajar. Menyusul giliran penambahan bangunan asrama putri dibawah pimpinan sekolah Bapak E.T. Panjaitan, demikian pula dapur telah direnovasi dengan membuatnya lebih luas, rumah guru semua di rehab, lapangan bola basket putri, kolam ikan dan sekaligus difungsikan sebagai kolam baptisan, green house/rumah kaca, klinik dan lab fisika.